Aplikasi Profil Desa Tahun 2013 (Bimtek di Hotel Mega Anggrek)


Bimtek Profil Desa kali ini memperkenalkan Aplikasi Profil Desa berbasis Web.

Jika desa adalah toko kue, maka profil desa adalah etalasenya. Toko kue (desa) perlu menaruh kue (potensi desa) di etalase sehingga dapat menarik minat para pembeli. Jika kue hanya disimpan di dalam lemari, maka tak ada pembeli yang melihatnya. Hanya akan busuk dimakan lalat, tikus, dan belatung.

Alamat situs aplikasi profil desa berbasis web adalah http://prodeskel-pmd.web.id. Alamat situs tersebut adalah alamat sementara sebelum nantinya akan berganti menjadi http://prodeskel.pmd.depdagri.go.id/.
Penginput data pada aplikasi ini adalah desa (aparatur pemerintahan desa). Adapun user dan password akan diberikan pada masing-masing desa. Hal ini dikarenakan desa lah selaku pemilik profil desa.

Aplikasi Profil Desa berbasis web masih belum sempurna. Kekurangannya antara lain:
1. Pengisian harus dilakukan secara online, padahal belum semua desa mempunyai jaringan internet.
2. Interface Aplikasi masih bisa ditingkatkan lagi agar lebih memudahkan user. Misalnya dengan membuat tombol edit pada interface pengisian. Selain itu mestinya setelah dilakukan pengisian, cache tersimpan, sehingga dapat diketahui langsung oleh penginput tanpa harus klik-klik tombol lain.
3. Secara teknis, masih terdapat kekurangan dalam pengisian untuk 2 item atau lebih. Misalnya:  pembayaran pajak untuk 2 buah pajak atau lebih, kepemilikan aset selain kepala keluarga, item hasil pertanian dan yang semisalnya masih kurang, daftar pertanyaan survei yang masih multitafsir, dan salah ejaan (kelembapan - kelembaban, mdl – mdpl).

Selain itu masih terdapat beberapa hal yang perlu didiskusikan lebih lanjut, misalnya kepemilikan aset individu di luar desa. Konon sudah ada kesepakatan bahwa aset individu diluar desa tidak perlu di entry. Namun demikian, apabila memang tidak di entry, maka kemungkinan hasil formulasi data tersebut tidak valid.

Formulasi data juga masih diragukan. Karena beberapa desa yang telah memasukkan data, menemukan bahwa hasil formulasi tidak tepat dengan realita.

Tahun 2013 ini difokuskan kepada pengisian potensi desa dan tingkat perkembangan desa. Adapun data dasar keluarga tetap dijalankan, namun fokus tetap pada potensi dan tingkat perkembangan.

Tindaklanjut yang mungkin dilakukan di Banyumas:
1. Fokus pada 1 kecamatan sebagai percontohan (terkait juga anggaran yang terbatas)
2. Membantu pengisian data untuk hal-hal tertentu sehingga tidak memberatkan desa
3. Mengirimkan surat kepada dinas terkait untuk pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan data tertentu (Kelembaban, curah hujan, ketinggian, dsb)
4. Membagi pertanyaan survei sehingga tidak memberatkan (misal tiap bulan 20 pertanyaan)
5. Melatih aparat desa untuk mengisi profil desa
6. Pendampingan sehari di kecamatan dalam pengisian profil desa